Selasa, 02 Oktober 2018

Jumlah korban meninggal dunia gempa-tsunami Palu lebih dari 1450 orang. Serta Bantuan Internasional


"Innalillahi wainnailahi rojiun, turut berduka atas gempa dan Tsunami yang menimpa saudra-saudara kita di Doggala, Palu dan sekitarnya pada Jum'at malam (28/9). Dan berikut merupakan kondisi saat ini, selasa 2/10)"



Data terbaru BNPB menunjukkan, korban tewas sudah mencapai setidaknya 1492 orang, termasuk 34 pelajar yang ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10).
Para korban, menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Namun kita memilah korban berdasarkan kabupaten, sulit. Karena tim SAR gabungan ketika mendapat jenazah, langsung dibawa ke rumah sakit. Dan rumah sakit ada di Palu," kata Sutopo, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10) siang.

Di antara para korban meninggal dunia terdapat 34 pelajar yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10).
Saat ini, sejumlah relawan masih berupaya mengevakuasi ke-34 jenazah tersebut.
"Kondisi lumpur di daerah itu begitu parah. Kami harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai (area longsor) sehingga upayanya amat sulit," kata Ridwan Sobri, juru bicara Palang Merah Indonesia kepada BBC.
Dia menambahkan, identitas dan usia para pelajar belum dapat dikonfirmasi.
PMI, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, semula mendapat laporan bahwa ada 86 pelajar yang hilang saat mengikuti acara pendalaman Alkitab di Gereja Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Belum jelas, apakah 34 jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja merupakan bagian dari 86 pelajar yang dilaporkan hilang.



Kecamatan Sigi Biromaru berjarak sekitar 20 kilometer sebelah selatan Kota Palu. Jika kondisi jalan normal, kecamatan tersebut dapat dijangkau menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Palu kurang dari satu jam.
Akan tetapi, gempa-tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya menyebabkan sejumlah jalan rusak dan tidak bisa diakses. Pasokan listrik terhenti dan jaringan telekomunikasi lumpuh.
Jumlah korban sangat mungkin bertambah lantaran banyak yang belum bisa dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Data dari daerah lainnya, seperti Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum diproleh secara lancar kendati sudah mulai bisa dijangkau, lantaran kerusakan infrastruktur.


Bantuan internasional: terutama angkutan udara 


Belasan negara sudah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam menangani bencana Palu-Donggala.
"Semua bantuan akan disampaikan dan dicatat secara trtulis. Dan yang paling utama kita butuhkan adalah angkutan udara," kata Menteri Koordinator Bidang
Angkutan udara itu yang dibutuhkan itu adalah jenis Hercules C130, untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dan para penyintas yang perlu dievakuasi dari kawasan terdampak.
"Kita minta bantuan pesawat C130. Pesawat jenis itu yang bisa mendarat dan take off di Bandara Mutiara Sis Al-Juffri. Dan Jumlah pesawat C130 kita terbatas," ujar Wiranto.
Antara

Bandara di Palu itu memiliki landas pacu 2400 meter, dan sebagian di antaranya rusak trbelah, sehingga tak banyak jenis pesawat yang bisa mendarat dan tinggal landas di sana.
Disebut Wiranto sudah ada lima negara negara yang bersedia mengirimkan pesawat C130, yakni Singapura, Malaysia, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam jumpa pers Selasa (2/10),
(Sumber : www.bbc.com/indonesia/indonesia-45715440 )
Dalam sekejap, mereka kehilangan banyak hal. Banyak orang tua kehilangan anaknya, maupun anak yang kehilangan orang tuanya. Tapi satu hal yang jangan sampai hilang : Semangat mereka!
Semoga mereka diberi kekuatan untuk menghadapi ini semua. Maka dari itu, mari kita bantu, dan doakan saudara kita di Donggala, Palu, dan sekitarnya. 


2 komentar:

Pernikahan Usia Anak Masih Marak di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Dunia untuk Anak (UNICEF) merilis laporan analisis data...