"Innalillahi wainnailahi rojiun, turut berduka
atas gempa dan Tsunami yang menimpa saudra-saudara kita di Doggala, Palu dan
sekitarnya pada Jum'at malam (28/9). Dan berikut merupakan kondisi saat ini,
selasa 2/10)"
Data terbaru BNPB menunjukkan, korban tewas sudah mencapai setidaknya
1492 orang, termasuk 34 pelajar yang ditemukan meninggal dunia di bawah
reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa
(1/10).
Para korban, menurut
juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho,
berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten
Parigi Moutong.
"Namun kita
memilah korban berdasarkan kabupaten, sulit. Karena tim SAR gabungan ketika
mendapat jenazah, langsung dibawa ke rumah sakit. Dan rumah sakit ada di
Palu," kata Sutopo, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10) siang.
Di antara para korban
meninggal dunia terdapat 34 pelajar yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja
di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10).
Saat ini, sejumlah
relawan masih berupaya mengevakuasi ke-34 jenazah tersebut.
"Kondisi lumpur
di daerah itu begitu parah. Kami harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai
(area longsor) sehingga upayanya amat sulit," kata Ridwan Sobri, juru
bicara Palang Merah Indonesia kepada BBC.
Dia menambahkan, identitas
dan usia para pelajar belum dapat dikonfirmasi.
PMI, sebagaimana
dilaporkan kantor berita AFP, semula mendapat
laporan bahwa ada 86 pelajar yang hilang saat mengikuti acara pendalaman
Alkitab di Gereja Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi
Tengah.
Belum jelas, apakah 34
jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja merupakan bagian dari 86
pelajar yang dilaporkan hilang.
Kecamatan Sigi
Biromaru berjarak sekitar 20 kilometer sebelah selatan Kota Palu. Jika kondisi
jalan normal, kecamatan tersebut dapat dijangkau menggunakan kendaraan bermotor
dari Kota Palu kurang dari satu jam.
Akan tetapi,
gempa-tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya menyebabkan sejumlah jalan
rusak dan tidak bisa diakses. Pasokan listrik terhenti dan jaringan
telekomunikasi lumpuh.
Jumlah korban sangat
mungkin bertambah lantaran banyak yang belum bisa dievakuasi dari reruntuhan
bangunan. Data dari daerah lainnya, seperti Donggala, Kabupaten Sigi, dan
Kabupaten Parigi Moutong belum diproleh secara lancar kendati sudah mulai bisa
dijangkau, lantaran kerusakan infrastruktur.
Bantuan internasional: terutama angkutan udara
Belasan negara sudah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam menangani
bencana Palu-Donggala.
"Semua bantuan akan disampaikan dan dicatat secara trtulis. Dan yang
paling utama kita butuhkan adalah angkutan udara," kata Menteri
Koordinator Bidang
Angkutan udara itu yang dibutuhkan itu adalah jenis Hercules C130, untuk
mengangkut bantuan kemanusiaan dan para penyintas yang perlu dievakuasi dari
kawasan terdampak.
"Kita minta bantuan pesawat C130. Pesawat jenis itu yang bisa mendarat
dan take off di Bandara Mutiara Sis Al-Juffri. Dan Jumlah pesawat C130 kita
terbatas," ujar Wiranto.
Antara
Bandara di Palu itu memiliki landas pacu 2400 meter, dan sebagian di
antaranya rusak trbelah, sehingga tak banyak jenis pesawat yang bisa mendarat
dan tinggal landas di sana.
Disebut Wiranto sudah
ada lima negara negara yang bersedia mengirimkan pesawat C130, yakni Singapura,
Malaysia, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam jumpa pers Selasa
(2/10),
(Sumber : www.bbc.com/indonesia/indonesia-45715440 )
Dalam sekejap, mereka kehilangan banyak hal. Banyak
orang tua kehilangan anaknya, maupun anak yang kehilangan orang tuanya. Tapi satu
hal yang jangan sampai hilang : Semangat mereka!
Semoga mereka diberi kekuatan untuk menghadapi
ini semua. Maka dari itu, mari kita bantu, dan doakan saudara kita di Donggala,
Palu, dan sekitarnya.



semoga yang ditinggalakan, diberi ketabahan. aamiin
BalasHapusInnalilani turur berduka
BalasHapus